Tiap membuka pintu kamar lelaki bungsuku,suka bete dan manyun-manyun aduhai deh.
Bayangkan kamarnya itu mirip kapal pecah. Baju kotor berserakan,buku dan
sepatu entah posisinya nangkring di mana,kabel-kabel dan HP kanibalan
juga bertebaran di sekitar kasurnya. Belum lagi ditambah ember-ember dan
toples buat menampung air yang bocor ketika hujan tiba :D
Kalau dinasehatin untuk lebih rapi dan sebagainya kesannya masa
bodoh,karena lagi-lagi tiap beberapa hari ada yang gerilya dan membantu
membersihkan dan merapikannya. Siapa lagi kalau bukan ibu tercinta.
Sebenarnya saya kurang setuju dengan sikap ibu,thoh bungsuku itu sudah
dewasa.Masa dewasa biasanya sudah dihadapkan tanggung jawab untuk
mandiri dan lebih pinter memanage diri sendiri dan aktivitasnya.Tapi ya,mungkin salah kami juga tidak mengajarkannya untuk lebih mandiri dan memanage kamar sendiri.
Harusnya sejak kecil kami sudah membiasakan dia untuk berlatih managemen kamar.
Apasih managemen kamar itu? ya istilah yang mudah dicerna adalah
mengelola kamar sendiri agar tetap bersih dan rapi,kalau bisa tetap
wangi.Pembiasaan sejak kecil itu sebisa mungkin dengan berjalannya waktu
dan bimbingan dari keluarga yang lebih tua diharapkan menjadi sebuah
karakter dan kebiasaan baik yang dibawa sampai kelak usia senja atau
tutup mata.
Pembiasaan untuk memanage kamar sebenarnya bisa dilatih dari hal-hal simple, misalnya:
1. Belajar beranggung jawab meletakkkan barang pada tempatnya. Misal
meletakkkan buku di rak buku,sepatu di rak sepatu,handuk di tenpat
handuk dsb. Hal itu akan terbawa di mana ia berada dan melatih disiplin
diri.
2.Buat jadwal mandiri,misal dari yang paling mudah,jadwal bangun
tidur,bermain,belajar dan beri jadwal membersihkan kamar atau
merapikannya. Kalau usia masih kecil bisa dengan didampingi anggota
keluarga yang lebih dewasa.
3. Beri jatah tempat sampah di kamarnya, dan latih agar terbiasa membuang sampah pada tempatnya
4. Beri tanggung jawab anak akan barang yang dia punya. Misalnya
buku,mintalah untuk menyampulin,merawat dan menjaganya. Beri konsekuensi
bila ia teledor dan tidak bertanggung jawab atas barang yang tidak dia
rawat dan jaga,misal kalau bukunya hilang karena dia meletakkan
sembarangan maka dia harus menabung untuk membelinya buku baru atau
dibelikan dengan syarat tertentu.
5.Ajarkan agar dia bisa memilah siapa yang bisa masuk kamar dan tidak
boleh masuk kamar. Karena biasanya kalau kamar jadi transit sembarang
orang maka akan mudah berantakan dan anak kehilangan privasinya.
Dan dengan latihan-latihan semacam itu,akan membuat anak disiplin,
bertanggung jawab dan lebih punya privasi atas kamarnya. Diharapkan
kebiasaan-kebiasaan itu akan terulang dan menjadi karakter baik bagi dia
dimanapun ia berada dan kapan saja.
#18042015
Sabtu, 25 April 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar